Jumat, 25 November 2016

Contoh pidato singkat


                                           HORMAT DAN PATUH KEPADA ORANG TUA
           
            Suatu hari,ada seorang laki-laki datang menghadap Rasulullah SAW.Dia bertanya:”Wahai Rasulullah,aku mempunyai harta kekayaan dan anak.Sementara ayahku berkeinginan menguasai harta milikku dalam pembelanjaan.Apakah yang demikian ini benar?”maka Rasulullah SAW.menjawab:”Dirimu dan harta milikmu adalah milik orangtuamu.”{H.R .Ibnu Majah dari Jabir bin Abdillah}.
            Begitulah,syariat Islam menetapkan betapa besar hak-hak orang tua atas anaknya.Bukan saja ketika sang anak masih hidup dalam rebngkuhan orang tuanya,bahkan ketika ia sudah berkeluarga dan hidup mandiri.Tentu saja hak-hak tersebut sebanding besarnya jasa dan pengorbanan yang telah diberikan.
            Firman Allah yang memerintahkan seorang anak berbakti,menaati,beroerilaku dan berkata baik pada orang tua terdapat dalam Q.S Al-Isra:23.Yang artinya”Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jamgan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.Jika salah seorang diantara keduanya atau keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu,maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan”ah”dan janganlah kamu membentak  mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.{QS.Al-Isra:23}
            Meski kita diperintahkan patuh dan taat kepada mereka,namun hal itu tak  berlaku ketika keduanya memerintahkan kita menyrkutukan Allah dadn bermaksiat kepada-Nya.Rasulullah SAW bersabda:”Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah”{H.R.Ahmad}
            Teringat denagn sebuah kisah sahabat Rasulullah yaitu Sa’ad bin Waqash,beliau diberi dua pilihan oleh ibunya yang masih musyrik:kembali kepada kemusyrikan atau ibunya akan mogok makan dan minum sampai mati.Ketika sang ibu tenagah melakukan aksinya selama tiga hari tiga malam,beliau berkata”Wahai ibu,seandainya ibu memilki 1.000 jiwa kemudian satu persatu meninggal,tetap aku tak akan meninggalkan agamaku(Islam).Karena itu,terserah ibu mau makan atau tidak.”Melihat sikap Sa’ad yang bersikeras itu maka ibunya pun menghentikan aksinya.
            Sehubungan dengan peristiwa itu,maka Allah menurunkan ayat:”Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersukutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu,maka janganlah kamu mengikuti keduanya dadn pergaulilah keduanya di dunia dengan baik”{QS.Luqman:15}.Jadi,jika orang tua mengajak pada arah kemusyrikan maka tidak wajib bagi kita menaati mereka.Namun,sebagai anak,tetap sopan santun harus dijaga.
           


            Berbakti kepada orangtua tak terbatas ketika mereka masih hidup,tetapi bisa dilakukan setelah mereka wafat.Hal itu pernah ditanyakan oleh seorang sahabat kepada Rasulullah saw.Maka Rasulullah menjawab,”Yakni demgan mengirim doa(mendoakan) dan memohonkan ampunan.Menepati janji dan nazar yang pernah diikrarkan kedua orangtua,memelihara hubungan silaturahim serta memuliakan kawan dan kerabat orang tuamu”.
            Durhaka kepada orangtua(‘uquuqul walidain)termasuk dalam kategori dosa besar.Bentuknya bisa berupa tidak mematuhi perintah,mengabaikan,menyakiti,meremehkan, memandang  dengan marah,mengucapkan kata-kata yang menyakitkan perasaan,sebagaimana disinggung dalam Al-Quran”Dan janganlah sekalio-kali kamu mengatakan ‘ah’ kepada orangtuamu.”{QS.Al-Isra:23}.Jika berkata’ah/cis/huh’saja tidak boleh,apalagi yang lebih kasar daripada itu.Rasulullah saw.bersabda:”Barang siapa mebuat hati orang tua sedih,berarti dia telah durhaka kepadanya”.{HR.Bukhari}.Dalam kesempatan lain Rasulullah bersabda:”Termasuk perbuatan durhaka seseorang yang membelalakkan matanya karena marah”{H.R.Ath-Thabrani}.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar