Assalamu'alaikum Wr. Wb.
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ عَلَّمَ الإِنْسَانَ مَالَمْ يَعْلَمْ وَالَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَالدِّيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلٰى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Sebagai pembuka marilah kita memanjatkan rasa puji syukur kepada Allah SWT. Yang tidak pernah berhenti sedikitpun memberikan rahmat dan nikmat kepada kita sehingga kita dapat hadir di majelis ini benar-benar memenuhi kewajiban kita menuntut ilmu, yang mana ilmu tersebut sebagai bekal kita menghadap Allah Yang Maha Kuasa.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai uswatun khasanah bagi kita umat manusia.
Hadirin yang saya hormati,
Pada kesempatan yang berbahagia ini merilah kita niati untuk menambah ilmu, niat beribadah kepada Allah.
Disini saya akan menyampaikan tentang : ” KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU “
Rasulullah SAW bersabda :
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِ يْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُـسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ ( رواه الترمذى، ابن ماجه و النسائ )
Artinya : “ Menuntut ilmu ( itu ) wajib bagi setiap muslim laki – laki dan perempuan “
( H.R. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Nasai ).
Ilmu sangatlah penting bagi seseorang dalam segala hal. Ilmu laksana pelita, ilmu adalah cahaya dalamkegelapan.
Dalam melakukan segala sesuatu supaya mendapatka hasil yang baik, diperlukan ilmu, yakni ilmu pengetahuan yang menjadikan seseorang mengetahui dan paham akan kualitas hasil yang diusahakan, sebagai contoh seseorang akan tahu kualitas ibadah kepada Allah apabila ia mengetahui ilmu pengetahuan syarat – syarat suatu ibadah, nilai dan makna yang penting.
Seorang petani tidak akan menjadi petani yang sukses tanpa mengetahui ilmu dan cara bercocok tanam. Begitu pula seorang pedagang tidak akan menjadi pedagang yang sukses tanpa tahu ilmu dan cara berdagang.
Rasulullah SAW mengajak umatnya untuk mencari ilmu sejak ayunan bunda hingga liang lahad. Sebagaimana sabda beliau :
اُ طْلُبُوْا العِلْمِ مِنَ المَهْدِ اِلَى اللَّحْدِ
Artinya : “ Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat” .
Untuk itu, maka kewajiban kita adalah mencetak pola pikir kita agar menjadi orang yang berpengetahuan luas. Yang siap menghadapi tantangan zaman, arus globalisasi, serta perkembangan teknologi yang semakin canggih. Sebagai penerus bangsa, kita harus menjadi anak bangsa yang berkualitas dalam segala hal dan harus memiliki cita – cita yang tinggi demi masa depan kita yang cerah nanti. Oleh karena itu, kita tidak boleh bermalas – malasan dalam belajar agar menjadi orang yang berguna kelak. Sebagai penerus bangsa pula, sudah sewajarnya bagi kita untuk mempunyai semangat juang yang tinggi demi kemajuan bangsa, karena masa depan bangsa ada di tangan kita.
اِنَّ فِيْ يَدِ الشُّبَّا نِ أَ مْرُ الاُ مَِّةِ وَ فِي أَ قْدَا مِهَا حَيَا تَهَا
Artinya : “ Sesungguhnya di tangan pemuda terletak urusan ummat dan pada keberaniannya terletak kehidupan ummat ” .
اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ عَلَّمَ الإِنْسَانَ مَالَمْ يَعْلَمْ وَالَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَالدِّيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلٰى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Sebagai pembuka marilah kita memanjatkan rasa puji syukur kepada Allah SWT. Yang tidak pernah berhenti sedikitpun memberikan rahmat dan nikmat kepada kita sehingga kita dapat hadir di majelis ini benar-benar memenuhi kewajiban kita menuntut ilmu, yang mana ilmu tersebut sebagai bekal kita menghadap Allah Yang Maha Kuasa.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai uswatun khasanah bagi kita umat manusia.
Hadirin yang saya hormati,
Pada kesempatan yang berbahagia ini merilah kita niati untuk menambah ilmu, niat beribadah kepada Allah.
Disini saya akan menyampaikan tentang : ” KEWAJIBAN MENUNTUT ILMU “
Rasulullah SAW bersabda :
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِ يْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُـسْلِمٍ وَ مُسْلِمَةٍ ( رواه الترمذى، ابن ماجه و النسائ )
Artinya : “ Menuntut ilmu ( itu ) wajib bagi setiap muslim laki – laki dan perempuan “
( H.R. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Nasai ).
Ilmu sangatlah penting bagi seseorang dalam segala hal. Ilmu laksana pelita, ilmu adalah cahaya dalamkegelapan.
Dalam melakukan segala sesuatu supaya mendapatka hasil yang baik, diperlukan ilmu, yakni ilmu pengetahuan yang menjadikan seseorang mengetahui dan paham akan kualitas hasil yang diusahakan, sebagai contoh seseorang akan tahu kualitas ibadah kepada Allah apabila ia mengetahui ilmu pengetahuan syarat – syarat suatu ibadah, nilai dan makna yang penting.
Seorang petani tidak akan menjadi petani yang sukses tanpa mengetahui ilmu dan cara bercocok tanam. Begitu pula seorang pedagang tidak akan menjadi pedagang yang sukses tanpa tahu ilmu dan cara berdagang.
Rasulullah SAW mengajak umatnya untuk mencari ilmu sejak ayunan bunda hingga liang lahad. Sebagaimana sabda beliau :
اُ طْلُبُوْا العِلْمِ مِنَ المَهْدِ اِلَى اللَّحْدِ
Artinya : “ Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat” .
Untuk itu, maka kewajiban kita adalah mencetak pola pikir kita agar menjadi orang yang berpengetahuan luas. Yang siap menghadapi tantangan zaman, arus globalisasi, serta perkembangan teknologi yang semakin canggih. Sebagai penerus bangsa, kita harus menjadi anak bangsa yang berkualitas dalam segala hal dan harus memiliki cita – cita yang tinggi demi masa depan kita yang cerah nanti. Oleh karena itu, kita tidak boleh bermalas – malasan dalam belajar agar menjadi orang yang berguna kelak. Sebagai penerus bangsa pula, sudah sewajarnya bagi kita untuk mempunyai semangat juang yang tinggi demi kemajuan bangsa, karena masa depan bangsa ada di tangan kita.
اِنَّ فِيْ يَدِ الشُّبَّا نِ أَ مْرُ الاُ مَِّةِ وَ فِي أَ قْدَا مِهَا حَيَا تَهَا
Artinya : “ Sesungguhnya di tangan pemuda terletak urusan ummat dan pada keberaniannya terletak kehidupan ummat ” .
Hadirin yang berbahagia
Science ILMU.
Ilmu! berasal dari kata! Alima!
yang artinya sudah tahu! Jadi..! orang yang berilmu..! orang yang sudah tatahu.
Hadirin.! Look For Science Menuntut
ilmu itu wajib atau tidak ? wa..wajib! Kenapa! because!
Menuntut ilmu itu wajib bagi
setiap muslim (Hadist Riwayat Ibnu Abdil Bari)
Sudah jelas! sesuai hadits di
atas bahwa! Look for
scienceMenuntut ilmu itu wawajib! bagi kita umat isislam.
lalu.Why we
have to look for sciencemengapa kita harus menuntut
ilmu! Why we have to
study Mengapa kita harus belajar! because sebab..
Allah SWT. akan meninggikan derajat orang
yang beril.ilmu
Fiman Allah SWT. Q.S. Al
Mujadalah ayat 11:
.Allah meninggikan orang yang
beriman di antara kamu dan orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa
derajat.
Dengan science! kita dapat
memperoleh apa saja! yang! kita cita..citakan
Ingin sukses dunia! harus
dengan ililmu,
begitu juga bila ingin sukses akhirat harus dengan il..ilmu.
Itulah kenapa! Look for sciencemenuntut
ilmu itu sampai diwajib.kan.
Hadirin yang dimulyakan
Allah Swt.
Lalu! How to get science that advantages Bagaimana!
cara mendapat ilmu yang bermanfaat?
…
Puji dan Syukur tak henti kita panjatkan kepada Allah SWT yang tiada henti memberikan nikmat, berkah, dan hidayah-Nya kepada kita semua. Karena nikmat dan hidayah dari Allah berupa keimanan dan keislaman-lah yang membuat kita tetap kokoh berjalan di atas jalan Allah. Dan nikmat kesehatan dan kesempatan dari Allah pula sehingga hari ini kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka melaksanakan salah satu aktivitas yang merupakan kewajiban kita sebagai umat Islam, yakni menuntut ilmu.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, yang diutus oleh Allah SWT ke muka bumi ini sebagai rahmatan lil alamiin, yang telah menggempur kesesatan dan mengibarkan panji-panji kebenaran, serta memperjuangkan islam hingga sampai kepada kita sebagai rahmat tak terperi dari allah SWT.
Para hadirin yang dimuliakan Allah, pada kesempatan kali ini saya akan membawakan ceramah tentang Keutamaan menuntut Ilmu
Kita lahir di bumi ini dalam keadaan tak berilmu. Oleh karena itu, setiap orang tua berkewajiban mendidik dan mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anaknya. Karena manusia lahir ke dunia dalam keadaan tak berilmu, maka Allah SWT memerintahkan kepada semua manusia, terutama umat islam untuk belajar atau menuntut ilmu sebagai bekal untuk menjalani hidup. Hal ini sesuai dengan sabda Rasul;
Puji dan Syukur tak henti kita panjatkan kepada Allah SWT yang tiada henti memberikan nikmat, berkah, dan hidayah-Nya kepada kita semua. Karena nikmat dan hidayah dari Allah berupa keimanan dan keislaman-lah yang membuat kita tetap kokoh berjalan di atas jalan Allah. Dan nikmat kesehatan dan kesempatan dari Allah pula sehingga hari ini kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka melaksanakan salah satu aktivitas yang merupakan kewajiban kita sebagai umat Islam, yakni menuntut ilmu.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, yang diutus oleh Allah SWT ke muka bumi ini sebagai rahmatan lil alamiin, yang telah menggempur kesesatan dan mengibarkan panji-panji kebenaran, serta memperjuangkan islam hingga sampai kepada kita sebagai rahmat tak terperi dari allah SWT.
Para hadirin yang dimuliakan Allah, pada kesempatan kali ini saya akan membawakan ceramah tentang Keutamaan menuntut Ilmu
Kita lahir di bumi ini dalam keadaan tak berilmu. Oleh karena itu, setiap orang tua berkewajiban mendidik dan mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anaknya. Karena manusia lahir ke dunia dalam keadaan tak berilmu, maka Allah SWT memerintahkan kepada semua manusia, terutama umat islam untuk belajar atau menuntut ilmu sebagai bekal untuk menjalani hidup. Hal ini sesuai dengan sabda Rasul;
Belajarlah karena seseorang
tidak dilahirkan dalam keadaan pandai, dan pemilik ilmu itu tidak sama dengan
orang yang bodoh.
Dalam pandangan islam, ilmu adalah sesuatu yang tergolong suci. Ilmu bagaikan pelita atau cahaya di malam yang gelap. Seseorang tak kan dapat berjalan dengan baik di malam yang gelap tanpa cahaya atau pelita, demikian pula halnya tak dapat seseorang membedakan yang benar dan salah, kecuali dengan ilmu.
Mengenai perintah menuntut ilmu, Allah SWT memerintahkan secara tersirat dalam wahyu yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, QS Al-Alaq ayat 1 5:
Dalam pandangan islam, ilmu adalah sesuatu yang tergolong suci. Ilmu bagaikan pelita atau cahaya di malam yang gelap. Seseorang tak kan dapat berjalan dengan baik di malam yang gelap tanpa cahaya atau pelita, demikian pula halnya tak dapat seseorang membedakan yang benar dan salah, kecuali dengan ilmu.
Mengenai perintah menuntut ilmu, Allah SWT memerintahkan secara tersirat dalam wahyu yang pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, QS Al-Alaq ayat 1 5:
1. Bacalah dengan (menyebut)
nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Wahyu pertama ini, sebagai
tanda pengangkatan Muhammad menjadi utusan Allah, memerintahkan Iqro= bacalah.
Meski tak secara langsung mengatakan belajarlah, namun perintah Allah dalam
ayat ini untuk membaca adalah perintah tersirat kepada manusia untuk belajar,
karena membaca merupakan salah satu cara untuk belajar. Membaca yang
dimaksudkan disini tak sekedar membaca buku atau materi pelajaran, tetapi juga
bermakna sebagai perintah untuk membaca dan memahami tanda-tanda kebesaran
Allah.
Tidakkah kita sadari bahwa wahyu pertama ini, yang memerintahkan untuk membaca mengandung makna yang luas tentang pentingnya belajar? Allah tidak menurunkan wahyu pertama berupa perintah untuk shalat, puasa, sedekah, zakat dan sebagainya, tetapi perintah Iqro = bacalah yang dapat kita tafsirkan sebagai perintah untuk belajar. Ini menunjukkan bahwa sebelum kita beramal, kita wajib berilmu, yang insya Allah akan mengantarkan pada kebahagiaan dunia akhirat.
Islam tidak menghendaki umatnya sengsara di dunia dan di akhirat. Oleh sebab itu perintah menuntut ilmu tidak dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Tegasnya, menuntut ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam, meskipun di tempat yang jauh dari negerinya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw:
Tidakkah kita sadari bahwa wahyu pertama ini, yang memerintahkan untuk membaca mengandung makna yang luas tentang pentingnya belajar? Allah tidak menurunkan wahyu pertama berupa perintah untuk shalat, puasa, sedekah, zakat dan sebagainya, tetapi perintah Iqro = bacalah yang dapat kita tafsirkan sebagai perintah untuk belajar. Ini menunjukkan bahwa sebelum kita beramal, kita wajib berilmu, yang insya Allah akan mengantarkan pada kebahagiaan dunia akhirat.
Islam tidak menghendaki umatnya sengsara di dunia dan di akhirat. Oleh sebab itu perintah menuntut ilmu tidak dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Tegasnya, menuntut ilmu itu wajib bagi setiap orang Islam, meskipun di tempat yang jauh dari negerinya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw:
Tuntutlah ilmu walaupun di
negeri China karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.
Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayap mereka pada penuntut ilmu
karena ridha terhadap ilmu yang dituntutnya. (HR ibnu Abdi Al-bar)
Dari ayat dan hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa hukum menuntut ilmu pada dasarnya adalah wajib/fardhu. Ada yang hukumnya fardhu ain seperti menuntut ilmu agama, terutama yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah seperti cara berwudhu, shalat, dan sebagainya. Ada pula yang hukumnya fardu kifayah, seperti ilmu-ilmu yang dibutuhkan untuk mendukung urusan-urusan dunia, seperti ilmu kedokteran karena ilmu ini menjadi sesuatu yang penting untuk memelihara tubuh, atau ilmu hitung karena ini menjadi sesuatu yang penting didalam muamalah (jual beli), pembagian wasiat, harta waris dan lainnya. Selain itu, hukum menuntut ilmu bisa berubah menjadi haram jika ilmu yang dipelajari dapat mendatangkan mudharat bagi diri sendiri maupun orang lain, atau menyesatkan dan membahayakan, seperti ilmu hitam, ilmu sihir, ilmu santet dan sebagainya.
Allah mewajibkan manusia menuntut ilmu bukan tanpa sebab. Ada banyak sekali keutamaan menuntut ilmu yang dijelaskan dalam Al-Quran dan Sunnah Rasul.
Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang beriman dan berilmu sebagaimana firman-Nya dalam QS Al-Mujaadilah ayat 11:
.. …….
..niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat… (QS Al-Mujaadilah: 11)
Dari ayat tersebut, tersurat janji Allah untuk mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu, tak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah tentang kebahagiaan dunia akhirat yang dapat diperoleh dengan memiliki ilmu pengetahuan:
Siapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia, maka harus dengan ilmu, siapa yang menginginkan (kebahagiaan) akhirat, maka harus dengan ilmu, dan siapa yang menginginkan (kebahagiaan) keduanya (dunia dan akhirat), maka harus dengan ilmu
Pekerjaan menuntut ilmu merupakan ibadah. Orang yang menuntut ilmu akan diberilkan pahala yang sangat besar dan dimudahkan baginya jalan menunju surga. Rasulullah Saw bersabda:
Dari ayat dan hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa hukum menuntut ilmu pada dasarnya adalah wajib/fardhu. Ada yang hukumnya fardhu ain seperti menuntut ilmu agama, terutama yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah seperti cara berwudhu, shalat, dan sebagainya. Ada pula yang hukumnya fardu kifayah, seperti ilmu-ilmu yang dibutuhkan untuk mendukung urusan-urusan dunia, seperti ilmu kedokteran karena ilmu ini menjadi sesuatu yang penting untuk memelihara tubuh, atau ilmu hitung karena ini menjadi sesuatu yang penting didalam muamalah (jual beli), pembagian wasiat, harta waris dan lainnya. Selain itu, hukum menuntut ilmu bisa berubah menjadi haram jika ilmu yang dipelajari dapat mendatangkan mudharat bagi diri sendiri maupun orang lain, atau menyesatkan dan membahayakan, seperti ilmu hitam, ilmu sihir, ilmu santet dan sebagainya.
Allah mewajibkan manusia menuntut ilmu bukan tanpa sebab. Ada banyak sekali keutamaan menuntut ilmu yang dijelaskan dalam Al-Quran dan Sunnah Rasul.
Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang beriman dan berilmu sebagaimana firman-Nya dalam QS Al-Mujaadilah ayat 11:
.. …….
..niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat… (QS Al-Mujaadilah: 11)
Dari ayat tersebut, tersurat janji Allah untuk mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu, tak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah tentang kebahagiaan dunia akhirat yang dapat diperoleh dengan memiliki ilmu pengetahuan:
Siapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia, maka harus dengan ilmu, siapa yang menginginkan (kebahagiaan) akhirat, maka harus dengan ilmu, dan siapa yang menginginkan (kebahagiaan) keduanya (dunia dan akhirat), maka harus dengan ilmu
Pekerjaan menuntut ilmu merupakan ibadah. Orang yang menuntut ilmu akan diberilkan pahala yang sangat besar dan dimudahkan baginya jalan menunju surga. Rasulullah Saw bersabda:
Siapa yang menempuh suatu jalan
untuk menuntut ilmu niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga (HR
Muslim)
Satu hal lagi yang harus diketahui, bahwa orang yang berilmu memiliki pendirian yang teguh, tidak mudah terombang-ambing, serta tidak mudah tergoda oleh bujukan syaitan. Bahkan dalam sabdanya Rasulullah menyebutkan bahwa seorang yang berilmu (alim) lebih sulit digoda oleh syaitan dari pada 1000 ahli ibadah yang tidak berilmu;
Satu hal lagi yang harus diketahui, bahwa orang yang berilmu memiliki pendirian yang teguh, tidak mudah terombang-ambing, serta tidak mudah tergoda oleh bujukan syaitan. Bahkan dalam sabdanya Rasulullah menyebutkan bahwa seorang yang berilmu (alim) lebih sulit digoda oleh syaitan dari pada 1000 ahli ibadah yang tidak berilmu;
Seorang yang alim lebih sulit
digoda oleh syaitan dari pada 1000 ahli ibadah (yang tidak berilmu) (HR.
Tirmidzi)
Selanjutnya, yang tak kalah pentingnya untuk direnungkan adalah bahwa pada suatu saat nanti, yang kita tak ketahui kapan datangnya, entah hari ini, esok, lusa atau kapan saja Allah berkehendak, malaikat maut akan datang menjemput kita untuk menjalani kehidupan lain di alam berbeda. Ketika masa itu tiba, tak ada lagi yang dapat kita lakukan untuk menambah isi pundi-pundi pahala kita, terputuslah kita dari kehidupan dunia, kecuali 3 hal yaitu shadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta anak sholeh yang selalu mendoakan, sebagaimana sabda Rasul;
Selanjutnya, yang tak kalah pentingnya untuk direnungkan adalah bahwa pada suatu saat nanti, yang kita tak ketahui kapan datangnya, entah hari ini, esok, lusa atau kapan saja Allah berkehendak, malaikat maut akan datang menjemput kita untuk menjalani kehidupan lain di alam berbeda. Ketika masa itu tiba, tak ada lagi yang dapat kita lakukan untuk menambah isi pundi-pundi pahala kita, terputuslah kita dari kehidupan dunia, kecuali 3 hal yaitu shadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta anak sholeh yang selalu mendoakan, sebagaimana sabda Rasul;
Jika anak Adam meninggal dunia,
maka terputuslah amalnya keculai 3 hal, yaitu shadaqoh jariyah, ilmu yang
bermanfaat, anak shaleh yang selalu mendoakan orang tuanya. (HR Muslim)
Hadits ini menunjukkan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai investasi masa depan. Dengan sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta anak soleh yang selalu mendoakan, kita tetap mendapat tambahan pahala meski kita tak lagi menjalani kehidupan di alam fana ini. Hadits ini juga menyiratkan perintah untuk memanfaatkan ilmu yang kita miliki. Tak hanya sekedar mengetahui suatu ilmu, tetapi perlu pengamalan dalam kehidupan. Kata orang bijak ilmu tanpa pengamalan ibarat pohon tanpa buah. Ada pula yang menyebutkan, ilmu tanpa amal, pincang, dan amal tanpa ilmu, buta. Oleh karen aitu harus ada kesesuaian antara ilmu dan amal.
Selain mengamalkan ilmu yang kita miliki, kita juga diperintakan berbagi ilmu atau mengajarkan ilmu yang kita miliki kepada orang lain. Berbagi ilmu dengan orang lain tak sama dengan berbagi harta. Jika kita memberikan harta kita kepada orang lain, maka secara otomatis kita akan kehilangan harta itu atau dengan kata lain kita tak lagi memilikinya. Berbeda halnya dengan memberikan ilmu. Jika kita mengajarkan ilmu pengetahuan kepada orang lain, kita tidak akan kehilangan ilmu pengetahuan yang kita miliki, tetapi malah semakin menambah penguasaan kita terhadap ilmu tersebut.
Yang harus kita ingat adalah ilmu yang dimiliki hendaknya tidak membuat kita tinggi hati dan merasa lebih hebat dari orang lain. Niat menuntut ilmu hendaknya didasari keikhlasan karena Allah SWT. Orang yang menuntut ilmu dengan niat untuk membanggakannya di hadapan manusia diancam akan dimasukkan ke dalam neraka. Sabda rasul yang artinya:
Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka neraka. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Ilmu pengetahuan berkembangan seiring dengan perkembangan zaman. Jika kita berhenti belajar, sementara ilmu pengetahuan semakin berkembang, maka kita akan tertinggal. Oleh karena itu, proses belajar manusia tak hanya berhenti ketika kita menyelesaikan studi di bangku pendidikan. Menuntut ilmu tak hanya dilakukan di bangku sekolah atau kuliah. Sejatinya, dunia ini adalah laboratorium pendidikan. Setiap elemennya adalah sarana untuk menambah wawasan dan mengambil pelajaran. Karena itulah, proses belajar manusia seharusnya berawal sejak manusia dilahirkan hingga kematian menjemput. Rasulullah SAW bersabda:
Hadits ini menunjukkan pentingnya ilmu pengetahuan sebagai investasi masa depan. Dengan sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta anak soleh yang selalu mendoakan, kita tetap mendapat tambahan pahala meski kita tak lagi menjalani kehidupan di alam fana ini. Hadits ini juga menyiratkan perintah untuk memanfaatkan ilmu yang kita miliki. Tak hanya sekedar mengetahui suatu ilmu, tetapi perlu pengamalan dalam kehidupan. Kata orang bijak ilmu tanpa pengamalan ibarat pohon tanpa buah. Ada pula yang menyebutkan, ilmu tanpa amal, pincang, dan amal tanpa ilmu, buta. Oleh karen aitu harus ada kesesuaian antara ilmu dan amal.
Selain mengamalkan ilmu yang kita miliki, kita juga diperintakan berbagi ilmu atau mengajarkan ilmu yang kita miliki kepada orang lain. Berbagi ilmu dengan orang lain tak sama dengan berbagi harta. Jika kita memberikan harta kita kepada orang lain, maka secara otomatis kita akan kehilangan harta itu atau dengan kata lain kita tak lagi memilikinya. Berbeda halnya dengan memberikan ilmu. Jika kita mengajarkan ilmu pengetahuan kepada orang lain, kita tidak akan kehilangan ilmu pengetahuan yang kita miliki, tetapi malah semakin menambah penguasaan kita terhadap ilmu tersebut.
Yang harus kita ingat adalah ilmu yang dimiliki hendaknya tidak membuat kita tinggi hati dan merasa lebih hebat dari orang lain. Niat menuntut ilmu hendaknya didasari keikhlasan karena Allah SWT. Orang yang menuntut ilmu dengan niat untuk membanggakannya di hadapan manusia diancam akan dimasukkan ke dalam neraka. Sabda rasul yang artinya:
Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka neraka. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Ilmu pengetahuan berkembangan seiring dengan perkembangan zaman. Jika kita berhenti belajar, sementara ilmu pengetahuan semakin berkembang, maka kita akan tertinggal. Oleh karena itu, proses belajar manusia tak hanya berhenti ketika kita menyelesaikan studi di bangku pendidikan. Menuntut ilmu tak hanya dilakukan di bangku sekolah atau kuliah. Sejatinya, dunia ini adalah laboratorium pendidikan. Setiap elemennya adalah sarana untuk menambah wawasan dan mengambil pelajaran. Karena itulah, proses belajar manusia seharusnya berawal sejak manusia dilahirkan hingga kematian menjemput. Rasulullah SAW bersabda:
Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat
Hadits tersebut menjadi dasar dari ungkapan Long life education atau pendidikan seumur hidup. Berdasar dari hadits itu pula, kita seharusnya termotivasi agar tak pernah lelah untuk belajar. Kita niatkan perjuangan menuntut ilmu ini sebagai ibadah kepada Allah, dengan niat suatu hari kelak akan kita bagi kepada orang lain, agar ilmu yang kita miliki tak hanya bermanfaat buat diri kita, tetapi juga makhluk Allah yang lain.
Jangan pernah berhenti belajar hal-hal bermanfaat, selama kita masih diberi kesempatan oleh Allah. Dengan niat ikhlas kartena Allah, mudah-mudahan kita semua memperoleh keutamaan menuntut ilmu seperti yang dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Aamiin.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Jika ada kekurangan itu datangnya dari diri saya sebagai makhluk dhoif yang tak luput dari khilaf, dan atas semua kesalahan itu mohon dimaafkan dan dimohonkan ampun kepada Allah SWT. Semua kebenaran yang terucap datangnya dari Allah SWT sebagai sang Khalik yang Maha Sempurna, semoga dapat dijadikan pelajareab dan bahan renungan. Akhir kata:
Nuun, walqalami wamaa yasthuruun
Fastabiqul khairot
Sebelum berangkat Look for sciencemenuntut
ilmu kita harus berwuwudlu dan pamit mohon restu pada orang tutua. Contoh dengan cara!
Bu! Yah! saya mau berangkat !
Doa restunya ! Doakan saya jadi anak yang sholeh dan pintar Ya.! sambil
mencium tangan orang tua.
Ya.anakku restu ibu dan ayah
selalu menyertaimu, hati-hati dijalan! Semoga Allah meridloimu..Nak ! Amin !
YaBu ! Yah. ! Terimakasih ! Assalamualaikum !
Dengan pamit orang tua! kita
pasti didoakan! Sebab keridloan orang tua dalam Look for sciencemenuntut
ilmu! suatu hal yang sangat penting demi keberhasilan dan kesuksesan kita
Rasulullah SAW. bersabda:
Ridlo Allah ada dalam Ridlo
kedua orang tua
dan marah Allah ada dalam Marah
kedua orang tua
Selain itu kita harus
menghormati teacher gu..guru
yang mengajar dan mendidik kita, contoh.! berjabat tangan..! ucapkan salam..!
bila bertemu guru
Menghormati science! dengan jalan
merawat buku-buku kita, membawa dan menyimpan dengan baik.
Dipelajari serta diamalkan apa
yang disampaikan guru dengan tetekun, sehingga ilmu kita mampu merubah kita
yang lebih baik dan berguguna.
Hadirin yang berbahagia..
Itulah betapa penting dan
utamanya science ilmu! baik ilmu agama maupun ilmu umum.
Untuk itu ingatlah pesan saya
ini Tanpa
kesungguhan belajar, berdoa dan ridlo orang tua tiada tercapai cita-cita
Semoga Allah SWT, selalu
memberi kemudahan dan bimbingan dalam setiap langkah kita Amin.
Sekian terima kasih.
Billahi Taufiq Wal
Hidayah Warridlo wal Inayah Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar